Power in the Shadows – Chapter 15: Oh Wow, Sungguh Ide Yang Sangat Hebat (Dengan Nada Monoton)

“Itu saja laporanmu?”

Tanya seorang gadis cantik dengan rambut merah membara. Rambut merah yang menjuntai hingga punggungnya berkilau di tengah cahaya lilin, selagi mata merah pucatnya menyapu laporan investigasi. Figur berwibawa dan cantik miliknya membuat pipi knight yang memberi laporan memerah.

“It- itu saja, Iris-sama. Kami akan melanjutkan investigasi kami.”

Iris mengangguk, kemudian mempersilahkan knight untuk meninggalkan ruangan.

Setelah pintu tertutup, hanya Iris dan seorang lelaki tampan, berambut pirang yang tersisa didalam ruangan.

“Marquis Zenon, terima kasih banyak atas bantuanmu kali ini.”

Insiden ini terjadi di lingkungan sekolah, jadi aku juga bertanggung jawab. Tapi lebih dari itu, aku juga khawatir terhadap kondisi Alexia-sama…”

Zenon menundukkan kepalanya dan menggigit bibirnya frustasi.

“Kau juga mempunyai tugas sebagai Instruktor Swordmen. Aku yakin tidak akan ada yang menyalahkanmu karena hal ini. Sekarang, apa yang harus kita lakukan bukan mencari siapa yang harus disalahkan, tapi menyelamatkan Alexia.”

“Benar…”

“Jadi.”

Iris tiba-tiba menutup folder laporan.

“Seberapa yakin dirimu akan kemungkinan murid ini Sid Kagenou adalah pelakunya?” Lanjutkan membaca “Power in the Shadows – Chapter 15: Oh Wow, Sungguh Ide Yang Sangat Hebat (Dengan Nada Monoton)”

Iklan

Power in the Shadows – Chapter 14: Butuh Usaha Keras Untuk Membuatku Benar-Benar Marah

“Berapa lama sejak kita terakhir kali makan bertiga seperti ini?”

Begitu kata Jaga si Pengkhianat.

“Sejak orang ini makan bersama tuan putri setiap hari.”

Dan itu Hyoro.

“Pilihan apa yang kupunya?”

Aku.

Untuk kali pertama beberapa hari terakhir, kami bertiga makan bersama di kafeteria. Alexia, yang mengejutkan, tidak ada.

“Sid-kun, bisakah kau segera memaafkanku?”

“Dengar, dengar. Lelaki tidak menyimpan dendam gara-gara hal sepele.”

“Aku bahkan mentraktirmu paket-makanan-untuk-bangsawan-miskin seharga 980 Zeny, kan?”

“Dengar, dengar. Dia sudah mentraktirmu, jadi yang sudah berlalu biarlah berlalu!”

“Gah, baiklah.”

Aku mendesah penjang. Lanjutkan membaca “Power in the Shadows – Chapter 14: Butuh Usaha Keras Untuk Membuatku Benar-Benar Marah”

Power in the Shadows – Chapter 13: Kebetulan, Aku Ada di Fraksi Zenon

Dua minggu setelahnya, entah bagaimana aku masih berakting sebagai pacar Alexia. Sesekali aku dibully murid lain, tapi semua itu masih dalam batas yang bisa ditolerir.

Lebih dari apapun, Zenon-sensei masih belum menghajarku atau mencariku untuk ‘menyelesaikan’ masalah ini dengan pendekatan yang melibatkan kekerasan fisik, jadi setidaknya itu melegakan.

Terkait lelaki itu, dia masih terus memberi Alexia dan aku saran yang pengertian dan berguna selama latihan. Dia tidak lagi datang untuk mengobrol, tapi jelas dia adalah orang dewasa yang bisa memisahkan urusan publik dan pribadinya.

Dibandingkan dengan dia.

“Lelaki itu sungguh membuatku jengkel. Bersikap seperti itu hanya karena dia sedikit mahir menggunakan pedang.”

Ketika kami disekitar orang lain, tentu saja dia berakting dan sebagainya, tapi ketika kami hanya berdua saja, kata-katanya menjadi seperti tornado fitnah.

Lanjutkan membaca “Power in the Shadows – Chapter 13: Kebetulan, Aku Ada di Fraksi Zenon”

Power in the Shadows – Chapter 12: Hai, Namaku Pochi! Senang Bertemu Kalian Semua!

“Dengan kata lain, Alexia dan Zenon-sensei bertunangan, dan aku menjadi kedoknya?”

Aku saat ini berhadapan dengan Alexia dibelakang gedung sekolah setelah kelas selesai.

“Kami tidak bertunangan. Dia hanya kandidat tunangan.”

Begitu balas Alexia dengan wajah yang tenang.

“Masa bodoh, sama saja.”

“Tidak, itu tidak sama. Itu bahkan belum dikonfirmasi, tapi dia sudah memaksa untuk meneruskan pembicaraan tentang rencana pertunangan kami. Aku cukup direpotkan dengannya.”

“Ok, seriusan, masa bodoh. Maaf, tapi aku tidak punya niat ikut terlibat dalam permasalahan kalian berdua.”

“Oh sayang, sungguh kalimat yang kejam untuk diucapkan pacarku terhadapku.”

Lanjutkan membaca “Power in the Shadows – Chapter 12: Hai, Namaku Pochi! Senang Bertemu Kalian Semua!”

Power in the Shadows – Chapter 11: Konflik Itu Menyenangkan Kalau Kau Tidak Terlibat

“Sungguh luas.. ”

Aku tidak bisa menahan mengatakannya keras-keras tepat disaat aku menginjakkan kaki ke ruang kelas Grup 1 Gaya Bushin Royal Capital.

Dalam area stadium raksasa ini, selain ruang ganti, ada juga kamar mandi, bar, dan beberapa kemewahan lainnya. Bahkan pintunya terbuka otomatis (dibukakan pembantu).

Kebetulan, ruang kelas Grup 9 ada di lapangan, tak peduli hujan dan panas. Tidak ada pintu, jadi tidak perlu pembantu.

Demi menghindari dikerubungi murid lain, aku berganti pakaian dengan super cepat, kemudian diam di pojokan menunggu Alexia.

Lanjutkan membaca “Power in the Shadows – Chapter 11: Konflik Itu Menyenangkan Kalau Kau Tidak Terlibat”

Power in the Shadows – Chapter 10: Ternyata Dia Menemukan Rahasianya Dan Mengancamnya…

“Tidakkah ini aneh?”

“Memang aneh.”

“Sungguh aneh.”

Waktu makan siang hari berikutnya, aku makan bersama teman mob-ku sembari menceritakan bagaimana kejadiannya kemarin. Konsekuensinya, kami bertiga memiliki opini yang sama, bahwa ini aneh.

“Sejujurnya, kau memang tidak punya spesifikasi untuk berkencan dengan Putri Alexia. Bahkan aku saja hanya sedikit pantas baginya, kau tahu?”

Tentu saja, Hyoro Gali ini tidak punya spesifikasi untuk berkencan dengan Putri Alexia. Kenapa? Karena dia adalah seseorang yang kuakui sebagai teman mob-ku.

Lanjutkan membaca “Power in the Shadows – Chapter 10: Ternyata Dia Menemukan Rahasianya Dan Mengancamnya…”

Power in the Shadows – Chapter 9: Permainan Mereka Yang Tidak Tahu Apa-Apa Tentang Dunia Bayangan

Aku akhirnya berumur 15 tahun, dan telah diterima sebagai murid di Akademi Swordsman Magic Midgar. Sekolah ini dikenal sebagai satu dari beberapa akademi swordsman magic top diseantero benua, mengumpulkan talenta dari dalam maupun luar negeri.

Dalam dua bulan sejak aku datang kesini, aku telah dengan sengaja menjaga nilaiku sedikit dibawah rata-rata, posisi terbaik bagi seorang karakter mob. Dan di waktu luang, aku juga memasang mata mencari karakter-mirip-protagonis.

Diantara beberapa yang menarik perhatianku.

Putri Alexia Midgar. Yang paling menjanjikan adalah dia.

Bahkan simpanse pun akan bisa melihatnya sebagai karakter top hanya dari mendengar julukan ‘Putri Midgar’.

Lanjutkan membaca “Power in the Shadows – Chapter 9: Permainan Mereka Yang Tidak Tahu Apa-Apa Tentang Dunia Bayangan”

Power in the Shadows – Chapter 8: Kekuatan Dalam Bayangan Selalu Kesepian

Aura disekitar Olba berubah.

Magic kacau yang selama ini kurasakan darinya mengecil, terkompres, dan tertampung di tubuhnya.

Nadinya meletus, ototnya sobek, dan tulangnya berderak, tapi itu semua dipulihkan secara instan.

Melampaui batasan seorang manusia, magic dalam jumlah yang sangat besar sekarang mendiami tubuhnya.

Orde menamainya ‘Kebangkitan’.

Sekarang setelah dia menjadi seperti ini, tak ada lagi cara untuk berubah kembali.

Namun… sebagai gantinya, dia mendapat kekuatan yang dahsyat.

Lanjutkan membaca “Power in the Shadows – Chapter 8: Kekuatan Dalam Bayangan Selalu Kesepian”

Power in the Shadows – Chapter 7: Pelajaran Bertarung Sederhana, Gaya Kekuatan Dalam Bayangan (Hanya Dengan Ini, Kau Juga Sebuah Kekuatan Dalam Bayangan?)

“Aku tersesat.”

Demikian aku bergumam di dalam sebuah fasilitas bawah tanah tanpa satupun makhluk hidup terlihat.

Semuanya baik-baik saja ketika kami datang dan menghancurkan tempat persembunyian ini. Tapi ketika aku bosan bertarung dengan para bawahan lemah itu, aku berpikir untuk pergi lebih dulu dan mencari bosnya. Tapi kemudian inilah hasilnya. Hhh, dan aku bahkan sudah melatih aktingku untuk ketika aku bertemu dengan bos.

Tetap saja, fasilitas ini sangatlah besar. Kurasa kali ini mereka adalah bandit yang menduduki fasilitas militer yang terbuang?

“Nn?”

Di saat itu.

Aku merasakan kehadiran seseorang mendekat dari sisi lain jalur bawah tanah.

Lanjutkan membaca “Power in the Shadows – Chapter 7: Pelajaran Bertarung Sederhana, Gaya Kekuatan Dalam Bayangan (Hanya Dengan Ini, Kau Juga Sebuah Kekuatan Dalam Bayangan?)”

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑