Cultivation Chat Group – Chapter 15: Profesor Renshui Cedera

Menurut Song Shuhang, dua kotak bahan obat mungkin hanyalah bahan-bahan aneh. Setidaknya, dia tidak berpikir bahwa itu adalah bahan yang mahal. Jadi dia menjawab dengan santai, “yah, kurasa aku akan berterima kasih padamu sebelumnya. Omong-omong, apa kau punya akun booking tiket?”

Bulu Lembut menggelengkan kepalanya. Dia tidak perlu membooking apapun, mau itu tiket pesawat atau kereta. Keluarganya punya banyak pembantu yang bekerja untuk Pulau Spirit Kupu-Kupu.

“Kalau begitu, berikan kartu identitasmu dan aku akan membooking tiket dengan akunku.” Kata Song Shuhang.

Lanjutkan membaca “Cultivation Chat Group – Chapter 15: Profesor Renshui Cedera”

Iklan

Cultivation Chat Group – Chapter 14: Senior, Aku Akan Mengirim Dua Kotak Bahan Obat Padamu Sebagai Rasa Terima Kasih

“Uhuk, kalau urusanmu ini tidak makan waktu lama, Bulu Lembut, aku tidak keberatan.” Song Shuhang tertawa.

Namun, kuliah besok siang sudah dijadwalkan sebelum semester dimulai dan tidak akan dibatalkan jika tidak ada alasan spesial.

Song Shuhang tidak ingin terus membahas topik ini jadi dia segera mengubah subjek. “Bulu Lembut, apa tpat yang kau tuju Kuil Lampu Remang? Juga, sudahkah kau mengkonfirmasi lokasinya sebelum berangkat?”

Gadis berpikiran sederhana ini dengan mudah teralihkan. “Ya. Aku hanya tahu lokasinya di jalan Luo Xin Kota J sebelum meminta sepupu beladiriku untuk memesan tiket dan segera berangkat. Tidak pernah terpikir olehku kalau Kuil Lampu Remang sulit ditemukan.”

Sepupu beladiri… Memangnya masih ada sesuatu seperti itu di era modern ini?

Lanjutkan membaca “Cultivation Chat Group – Chapter 14: Senior, Aku Akan Mengirim Dua Kotak Bahan Obat Padamu Sebagai Rasa Terima Kasih”

Cultivation Chat Group – Chapter 13: Jika…

Asrama sekolah adalah tempat yang menyenangkan, terutama asrama wanita yang jelas terlarang bagi laki-laki. Setiap lelaki yang berani melangkah disana akan mendapat masalah besar.

Namun, asrama laki-laki sudah seperti halaman belakang para wanita. Para wanita bebas untuk masuk dan keluar kapanpun. Jadi tidak ada yang menghentikan Song Shuhang ketika dia membawa seorang wanita ke kamarnya.

Lanjutkan membaca “Cultivation Chat Group – Chapter 13: Jika…”

Cultivation Chat Group – Chapter 12: Senior Song, Handphonemu Juga Kehabisan Baterai

Gadis berambut hitam ini terlihat berumur 20 tahun, sedangkan dia baru mencapai umur 18 tahun beberapa waktu lalu. Mungkin dia terlihat tua, membuatnya mirip seorang paman?

Juga… nama tao? Dia segera mengingat ID para chuunibyou didalam grup chat. Ada nama seperti Monark Sejati Gunung Kuning, Kultivator Bebas Sungai Utara, Master Gua XXX, Master Istana XXX… Dia merasa livernya semakin sakit.

“Uhuk, kau bisa memanggilku Song Shuhang. Terlebih, kita sebaiknya tidak membahas nama tao terlebih dulu,” jawab Song Shuhang. Dia tidak mau dianggap sebagai chuunibyou.

Lanjutkan membaca “Cultivation Chat Group – Chapter 12: Senior Song, Handphonemu Juga Kehabisan Baterai”

Cultivation Chat Group – Chapter 11: Tiba-Tiba, Aku Menoleh dan Menemukannya Tersenyum Tepat Dibawah Cahaya Senja yang Memudar

Di mata para peramal, masa depan selalu berkabut, penuh rahasia dan ketidakjelasan.

Namun, menurut seorang peramal yang ‘sangat terkenal’, “Tergantung pada pilihan berbeda setiap orang, akan ada banyak masa depan yang berbeda. Tapi tidak ada pilihan yang dibuat karena kebetulan.

Karena dia bukan hanya tak bisa dihindari namun juga tak ada kemungkinan lain.

Bahkan pertemuan yang terlihat kebetulan akan dua orang manusia sebenarnya tak bisa dielakkan. Hal-hal yang tak bisa dihindari, satu demi yang lain, memutar roda sejarah kedepan, dan menghasilkan masa depan yang berbeda yang tak bisa dielakkan!”

Lanjutkan membaca “Cultivation Chat Group – Chapter 11: Tiba-Tiba, Aku Menoleh dan Menemukannya Tersenyum Tepat Dibawah Cahaya Senja yang Memudar”

Cultivation Chat Group – Chapter 10: Berpapasan Ketika Berjalan-Jalan

Setelah berpikir cukup lama sebelumnya, dia merasa bahwa dia pernah mendengar nama jalan Luo Xin entah dimana, namun dia tidak bisa mengingatnya. Berpikir bahwa ternyata jalan itu disini, dimana Surga Makanan yang terkenal berada!

Tapi tunggu, bukankah jalan Luo Xin yang disebutkan Bulu Lembut ada di Kota J? Ini Distrik Jiangnan!

Mungkin Bulu Lembut mengingat lokasi yang salah?

Lanjutkan membaca “Cultivation Chat Group – Chapter 10: Berpapasan Ketika Berjalan-Jalan”

Cultivator Chat Group – Chapter 9: Jalan Luo Xin Yang Lain

Song Shuhang berada di Distrik Jiangnan. Sebagai orang yang jarang bilang tidak terhadap permintaan orang lain, dia tidak akan menolak permintaan kecil seperti menunjukkan jalan. Namun saat ini, dia tidak bisa melakukannya meski dia ingin menolong, karena membutuhkan waktu dua jam dari kampusnya ke Bandara Jiangnan dengan mobil. Bagaimanapun Jiangnan adalah kota besar dengan area yang luas.

Disamping itu, Shuhang tidak familiar dengan Kota J dan belum pernah mendengar Kuil Lampu Remang.

Lanjutkan membaca “Cultivator Chat Group – Chapter 9: Jalan Luo Xin Yang Lain”

Cultivation Chat Group – Chapter 8: Bulu Lembut dan Jalan Luo Xin

“Aku lega kau baik-baik saja. Aku akan mengontak Bulu Lembut dan bilang padany untuk tidak khawatir dan tidak merepotkannya untuk pergi ke Kota H,” Kultivator Bebas Sungai Utara membalas kemudian.

Song Shuhang merasa bahwa Kultivator Online Sungai Utara pada dasarnya online 24/7 dan dia curiga kenapa orang ini selalu terlihat penuh energi. Kecuali zona waktunya sama dengannya, jadi dia kebetulan melihat Kultivator Online Sungai Utara setiap kali dia online?

Lanjutkan membaca “Cultivation Chat Group – Chapter 8: Bulu Lembut dan Jalan Luo Xin”

Cultivation Chat Group – Chapter 7: Libas Para Preman

Master Abadi Trigram Tembaga: “Sial! Apa maksudmu, Sungai Utara? Jangan ejek aku terlalu jauh! Apa kau berani berduel denganku di malam bulan purnama mendatang di puncak Kota Terlarang?”

“Ok, apa kau pikir aku takut denganmu, peramal nasib palsu? Tapi aku tidak punya waktu malam purnama mendatang. Bagaimana kalau tiga bulan lagi?” Kultivator Bebas Sungai Utara dengan santai setuju. “Benar, bagaimana aku menemukanmu nanti? Bagaimanapun, kau punya terlalu banyak identitas. Kalau kau mengubah wajahmu, aku tidak akan mengenalimu bahkan jika kau berdiri didepanku.”

Lanjutkan membaca “Cultivation Chat Group – Chapter 7: Libas Para Preman”

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑