The King’s Avatar – Chapter 238: Dipilih Secara Acak

“Senior, aku sudah di Congee City.” Steamed Bun Invasion revive di kota dan mengirim pesan pada Ye Xiu.

“Kau gila.” balas Ye Xiu.

“Tapi aku tidak punya senjata dan tidak punya uang…” kata Steamed Bun Invasion.

“Kau… benar-benar gila. Aku akan segera kesana!” kata Ye Xiu.

“OK!”

Ye Xiu tidak segera kembali ke Congee City, tapi pergi ke Line Canyon. Timnya semua logout di Line Canyon. Walaupun dia tidak berpikir anggota timnya yang lain akan sepolos Steamed Bun, mereka mungkin akan menemui kesulitan juga disana.

Pukul 8:30, Cleansing Mist Su Mucheng online.

“Hm? Kenapa semuanya belum datang?” tanya Su Mucheng.

“Tidak bisa apa-apa.” jawab Ye Xiu tak berdaya. Tang Rou jelas tidak akan onlin dan Qiao Yifan juga belum tiba.

“Bisakah kita terus PK?” tanya Su Mucheng.

“Kita lihat saja. Keluar dari Line Canyon dulu. Hati-hati.” kata Ye Xiu.

Su Mucheng tahu apa yang akan ditemuinya. Walaupun banyak pemain yang mengawasinya, Su Mucheng dengan mudah melepaskan diri dari mereka.

Ye Xiu datang untuk menemuinya. Selagi dia mendekati Line Canyon, dia melihat beberapa pemain berdiri diluar pintu masuk. Mereka tidak terlihat akan masuk atau keluar. Ye Xiu membuat perhitungan. Dia kemudian maju dan menyingkirkan mereka semua.

Mereka mengirim pesan pada guild masing-masing. “Lord Grim ada di Line Canyon.”

Setelah 20 detik, pasukan yang menemukan Lord Grim terbunuh.

“Oh! Kau datang menyambutku?” Di Line Canyon, Cleansing Mist Su Mucheng telah tiba di pintu masuk. Ketika dia memanjat keluar, dia melihat Lord Grim.

“Tentu saja.” Lord Grim Ye Xiu berdiri disana. Selain dia ada beberapa mayat, pasukan yang telah menunggu mereka disana. Walaupun mereka mati, mereka tidak segera revive dan tetap disana untuk mengawasi. Mereka benar-benar bertanggung jawab dan rajin.

“Benar-benar mengacaukan pemandangan!” Su Mucheng tidak suka dengan mayat yang bertebaran.

“Ayo pergi!” kata Ye Xiu dan keduanya pergi.

Para guild mengerahkan pasukan mereka dan mulai mengejar mereka berdua. Partisipannya adalah pemain yang sebelumnya terlibat, namun mereka tidak mempunyai semangat bertarung yang sama seperti sebelumnya.

Pemain yang telah ikut dalam pertarungan setidaknya bisa merubah kemarahan mereka menjadi motivasi. Tapi mayoritas pemain hanya berlarian kesana kemari, menunggu, atau melakukan sesuatu yang membosankan. Setelah mengetahui bahwa mereka akan melanjutkan aktifitas ini hari ini, mereka menyiapkan film, komik, novel dan snack untuk menghabiskan waktu,

Ye Xiu memimpin Su Mucheng berkeliling peta untuk melarikan diri dari pengawasan guild. Setelahnya, mereka pergi ke Bulls Town.

Sebagai kota pertama yang akan dituju pemain setelah Kota Pemula, walaupun kecil, kota ini punya semuanya. Para pemain juga bisa pergi ke Arena melalui kota ini.

Ketika mereka tiba di Bulls Town, sudah hampir pukul 9. Ye Xiu mengirim uang pada Steamed Bun Invasion untuk membeli senjata. Dia kemudian mencari di daftar temannya, Seven Fields, Sleeping Moon, dan Drifting Water sedang online. Tapi kalau mereka bergabung, mereka juga akan ikut dalam konflik antara Ye Xiu dengan beberapa guild. Ye Xiu tidak menginginkan hal ini.

Tepat pukul 9, Endless Night online dan karakternya juga sudah berada di pintu masuk Arena. Crowd Lover dan yang lain sudah menunggu disana. Mereka tidak berani membuat Zhang Xinjie menunggu mereka.

Mereka tidak berani, tapi Ye Xiu berani.

“Mulai?”

“Tidak cukup pemain.”

“4 jam dan 37 menit tidak cukup?” Zhang Xinjie sangat tidak senang.

“Tak ada pilihan lain. Bagaimana kalau lain waktu. Jam 12?”

“Tidak.” jam 12 adalah waktu tidur Zhang Xinjie.

“Kalau begitu terserah kau.” balas Ye Xiu.

“Kapan kau bisa mengumpulkan pemainmu?” tanya Zhang Xinjie.

“Jam 12…”

“Kalau begitu besok. Kuharap kau tidak menghindar lagi.” Zhang Xinjie memutuskan. Dia tidak ingin membuang waktu.

“Ah, tunggu! Aku punya seseorang.” Ye Xiu memanggil terburu-buru. Dia baru saja menerima notifikasi. Dia belum mengecek tapi pesannya sudah muncul. “PKPKPKPKPKPKPK.”

“Lelaki berisik itu datang lagi!” Su Mucheng meringis.

Lord Grim dengan cepat masuk kedalam Arena. Dia membuka sebuah room dan setelahnya, dia mengirim nomor room ke Flowing Tree Huang Shaotian.

“Tunggu aku mengganti akun!: Huang Shaotian langsung berkata.

“Datang kesini sekarang!” kata Ye Xiu.

“Kenapa?” tanya Huang Shaotian.

“Pertama-tama bantu kami bermain satu ronde.”

“Sial sial sial! Aku datang untuk PK denganmu. Apa kau pikir aku monster summon!” rutuk Huang Shatian.

“Ini akan cepat.” kata Ye Xiu.

“Tidak punya senjata!”

“Cari Steamed Bun Invasion. Dia sedang membeli senjata. Minta dia membelikanmu juga.” balas Ye Xiu. Huang Shaotian mengontak Steamed Bun Invasion.

Di Arena, tim lawan segera masuk setelah menerima nomor room. Tim Jiang You tidak mengganti formasi mereka, kecuali Clericnya yang digantikan Endless Night.

Di sisi Ye Xiu, Lord Grim nya dan Cleansing Mist Su Mucheng sudah ada disana. Tiga tempat kosong belum diisi.

“Dimana pemainmu?” Endless Night mengirim pesan. Tiba-tiba, tempat ketiga diisi dan sebuah karakter terkunci. Steamed Bun Invasion. Segera setelahnya, karakter keempat, Flowing Tree.

“Flowing Tree?” Jiang You terkejut.

“Siapa ini?” tanya Zhang Xinjie.

“Kita tidak bertemu dengannya kemarin, tapi dia membunuh beberapa pemain di Congee Forest. Dia hanya level 27.” Jiang You memperkenalkannya.

“Cepat cepat cepat!” Flowing Tree mulai tidak sabar.

“Dia juga banyak bicara.” tambah Jiang You.

“Kata-kata Blade Master sudah mulai mengalir.” kata Zhang Xinjie.

“Lalu siapa ini?” Pemain kelima terkunci. Striker bingung ketika dia melihatnya. Pemain kelima ni adalah Assassin level 31 bernama Zero Kills. Dia belum pernah mendengar nama pemain ini.

“Zero Kills?” Jiang You juga bingung. Dia segera mengirim pesan pada Cold Night. Cold Night juga tidak tahu. “Siap siap siap siap siap siap siap siap siap siap siap siap siap siap!” Flowing Tree mengetik lagi.

“Kalau kau tidak ingin identitasmu terungkap, kurangi bicaramu.” Ye Xiu berkata pada Flowing Tree.

:Hm?”

“Endless Night disana itu adalah Zhang Xinjie.”

“Kau serius?” Huang Shaotian terkejut.

Saat ini, semuanya mengklik ‘siap’ dan kompetisi tim dimulai. Mereka langsung memasuki arena pertarungan dan peta Lava Cemetery dipilih secara acak.

“Kau serius?” Setelah memasuki peta, Huang Shaotian bertanya lagi.

“Tidak. Kau teruslah cerewet!” kata Ye Xiu.

Biasanya, Huang Shaotian akan mulai mengetik gila-gilaan di chat publik segera setelah dia masuk, tapi kali ini dia menahan diri. Sedangkan untuk Zero Kills itu, dia tanpa sabar langsung bergegas maju untuk bertarung.

“Hei, bro ini tidak sabaran. Siapa dia?” tanya Huang Shaotian.

“Entahlah.” jawab Ye Xiu.

“Entahlah?” Huang Shaotian tidak paham.

“Kita tidak punya cukup pemain, jadi seorang pemain acak bergabung.” kata Ye Xiu.

Iklan

Satu respons untuk “The King’s Avatar – Chapter 238: Dipilih Secara Acak

Add yours

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: