The King’s Avatar – Chapter 230: Sedikit Lebih Awal Hari Ini

Pengumuman Sistem: Pemain Lord Grim, Soft Mist, dan Steamed Bun Invasion telah mengalahkan Cliff Ronin Alpine.

Walaupun itu bukan kill pertama, kill BOS liar masih berita besar. Diantara keributan keterkejutan di chat publik, beberapa pemain menyelamati mereka.

Jauh di Congee City, Jiang You melihat pengumuman sistem dan pesan ini di chat publik. Dia benar-benar ingin muntah darah…

Tentu saja, pemain yang sudah mencari BOS satu jam terakhir ini tidak senang dengan Lord Grim. Saat ini, reputasi Lord Grim menjadi tidak menyenangkan. Setelah pengumuman sistem, jumlah pemain yang mempertanyakan hal ini juga menjadi jauh lebih sedikit.

Jiang You tahu faktanya, tapi dia tidak bisa memberitahu mereka. BOS sudah direbut paksa dan satu jam kerja keras mereka juga dicuri.

“Kita harus membunuh Lord Grim!” Jiang You mendobrak keyboard dan mengirim pesan pada Cold Night.

Cold Night belum pernah dibunuh Lord Grim dan walaupun dia kecewa, perasaannya jauh dari level dendam Jiang You.

Dengan berita BOS ini, tidak ada lagi kesempatan mereka untuk mencuri BOS, jadi tujuh guild berkumpul bersama.

“Bagaimana dengan Cleansing Mist dan One Inch Ash itu?”

“Mati?”

“Offline…”

“…”

Tapi selama Lord Grim masih disana, mereka tidak akan menyerah. Guild saat ini menggerakkan seluruh pasukan mereka ke lokasi itu. Mereka harus mendekati posisi Lord Grim.

Mereka mendekat dari berbagai arah dan sudah memblokade setiap rute. Kali ini, kecuali Lord Grim bisa terbang keluar dari Line Canyon, maka…

“BANGS*T!” Cold Night tiba-tiba merutuk.

“Apa?” Semuanya langsung bertanya.

“Lord Grim log out.” Cold Night sangat muram. Dia sudah membukan daftar temannya dan melihat bahwa nama Lord Grim menjadi abu-abu. Dia dengan cepat mencari dan tentu saja, Soft Mist dan Steamed Bun Invasion semua juga log out.

“BANGS*T!”

Pemain dari tujuh guild bekerja dengan pahit sepanjang malam dan hasilnya? Yang mereka lakukan hanya berlari berputar-putar mencari jejak Lord Grim.

Dan grup Lord Grim?

Mereka sudah membantai 32 pemain.

Mereka sudah menjelajah dungeon dua kali.

Mereka sudah membunuh tim elit.

Mereka sudah membunuh BOS liar.

Semua orang menggaruk dinding dan pemain Tyrannical Ambition menghantamkan kepala mereka ke tembok, sembari muntah darah. 32 pemain yang dibantai termasuk pemain mereka. Dua tim elit mereka mati. Dan bahkan ada informasi yang tidak diketahui guild lain, Cliff Ronin Alpine dicuri dari mereka dan tim elit mereka juga mati lagi. Bisa dibilang bahwa tim elit Tyrannical Ambition telah menderita kekalahan tiga kali.

Tapi sekarang, mereka bahkan tidak online. Apa yang harus mereka katakan?

Seseorang menyarankan untuk menjaga tempat dimana Lord Grim logoff 24/7. Tapi siapa yang tahu dimana grup Lord Grim logoff?

Mereka sudah menjaga semua jalan dan mengurung posisi Lord Grim sebelumnya, tapi mereka masih tidak tahu kapan sebenarnya Lord Grim offline. Lord Grim bisa saja pergi ke tempat lain untuk offline selagi tujuh guild memposisikan diri untuk mengurungnya. Dan area yang mereka kurung sangatlah luas. Mereka tidak punya cukup pemain untuk berjaga 24/7.

Kerumunan pemain dari tujuh guild berdiri dengan bodohnya disana bagai batu…

Kembali ke warnet Happy.

Tang Rou meninggalkan komputernya dan melihat Ye Xiu merokok di meja kasir. Dia terlihat sedang dalam mood yang baik.

Tentu saja, Ye Xiu berada dalam mood yang baik. Setelah membunuh Cliff Ronin, sebuah Amber Crystal jatuh, item yang dia butuhkan. Setiap tahun, hanya beberapa yang ditemukan dan bagi mereka, setelah hanya satu percobaan, satu ternyata jatuh.

Hanya ini sudah cukup untuk membuat Ye Xiu puas. Selain ini, Cliff Ronin Alpine juga menjatuhkan senjata Purple, dua equipment Blue, dan dua Breath of the Cliff.

Senjata Purplenya adalah Twin Tailed Sword level 30, yang sering dipakai Assassin. Tidak ada di grup Ye Xiu yang menggunakannya, jadi yang bisa mereka lakukan hanyalah menjualnya.

Sedangkan dua Breath of the Cliff, ini adalah material uncommon untuk membuat aksesori. Tingkat drop mereka jauh lebih tinggi dari Amber Crystal, tapi mereka hanya jatuh dari BOS liar, jadi jumlah mereka juga terbatas.

“Apa materia yang jatuh berguna?” Tang Rou bertanya.

“Yeah, Amber Crystal sangat berguna! Kita bisa menyimpan Breath of the Cliff untuk saat ini. Kalau kita tidak memakainya, kita selalu bisa menjualnya untuk uang atau equipment.” kata Ye Xiu.

“Oke.”

“Kita offline lebih awal hari ini! Bahkan belum jam enam, jadi kau bisa tidur lebih awal.” Ye Xiu berdiri dan meregangkan tubuhnya.

“Kalau begitu aku… kau masih harus bangun sampai jam tujuh.” Tang Rou menepuk meja kasir.

“Yeah… aku hampir lupa.” Ye Xiu kembali duduk.

“Aku akan naik.”

“Oke.”

Tang Rou melambai dan kemudian naik ke lantai dua. Ketika dia sampai di pintu, dia melihat ada cahaya yang keluar dari ruangan.

“Guo Guo, kau bangun sangat pagi hari ini.” Tang Rou membuka pintu untuk masuk, tapi ketika dia melihat kedalam, TV nya menyala. Sebuah channel TV menyala membuat ruangannya berkedip terang dan gelap. Ketika dia melihat lagi, dia menemukan Chen Guo tidur di sofa lagi.

Tang Rou tersenyum pahit dan menepuk Chen Guo. “Guo Guo, bangun dan pergi ke kasurmu untuk tidur!”

“Huh? Sudah pagi?” Chen Guo mendengar suara Tang Rou. Dia melihat sekitar dan selain TV, semuanya masih gelap. Chen Guo melihat jam dengan mata mengantuk. “Kenapa belum jam enam?”

“Uh…” Dia berhenti bermain begadang hari ini. Akan butuh waktu untuk menjelaskan, jadi Tang Rou tidak tahu harus berkata apa.

“Kau berhenti bermain lebih awal hari ini? Kau sudah makan?” Chen Guo bertanya.

“Belum.”

“Makanlah dulu dan pergi tidur. Aku akan melihat apa yang ada di kulkas.” Chen Guo berdiri dari sofa.

“Tak perlu. Kau cepatlah kembali ke kamar dan tidur!” kata Tang Rou.

“Aku lapar…” kata Chen Guo dan terus saja melangkah ke kulkas.

Dia mengeluarkan beberapa makanan: susu, roti dan selai. Tang Rou juga membantunya.

Setelah membuat dua sandwich, mereka membaginya. Chen Guo makan sembari bertanya, “Bagaimana harimu?”

“Oh, menyenangkan!” Tang Rou makan, dan menjelaskan pada Chen Guo.

Chen Guo mendengarkan dalam diam, tertawa, dan sesekali terkesiap terkejut.

“Cepatlah naikkan level. Aku akan menunggu kalian di Heavenly Domain. Aku akan tidur sekarang.” kata Chen Guo setelah makan dan mendengarkan dan kemudian pergi untuk tidur.

Tang Rou terkejut. Dia tahu Chen Guo selalu ingin bermain dengannya. Sekarang setelah dia bermain, kelihatannya Chen Guo semakin jauh darinya. Dulu, Chen Guo selalu menariknya untuk menonton pertandingan pro dan berbicara tentang berbagai cerita di Glory, tapi dia juga menghabiskan waktu menonton TV atau mengerjakan hal lain bersamanya setiap malam.

Akhir-akhir ini, tapi, waktu yang mereka habiskan bersama semakin berkurang dan berkurang. Dan berapa banyak malam Chen Guo kedinginan di sofa sendirian?

Ketika Chen Guo terobsesi dengan game, dia tidak pernah lupa mengurusiku. Tapi bagaimana dengan diriku sendiri…

< Chapter 229

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: