The King’s Avatar – Chapter 224: Laporan Palsu

BOS Liar Line Canyon, Cliff Ronin Alpine, adalah monster terkuat di peta ini. Saat ini, dia mengenakan gaun hitam dan berjalan-jalan dengan katana di bahunya.

“BOS!” Bagi Steamed Bun Invasion, kata BOS sangat menarik.

“Mundur, mundur.” kata Ye Xiu.

Keduanya tidak tahu kenapa dia menyuruh mundur, tapi mereka tetap mendengarkannya.

“Ada seseorang yang mengikuti BOS dari belakang.” Lord Grim Ye Xiu bersembunyi dibelakang batu.

“Pemain seperti apa?” tanya Tang Rou.

“Seseorang mengawasi BOS nya. Aku menduga akan ada beberapa orang yang datang untuk membunuh BOS ini segera.” Ye Xiu menjawab Tang Rou, sembari menganalisa peta. Steamed Bun Invasion, di sisi lain, berguling maju mundur.

“Steamed Bun, apa yang kau lakukan?”

“Menginvestigasi.” jawab Steamed Bun Invasion.

“Menginvestigasi apa?” tanya Ye Xiu.

“Pedang itu sangat panjang.” Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 224: Laporan Palsu”

Iklan

The King’s Avatar – Chapter 223: BOS Liar Ditemukan

Jam 2 pagi, Line Canyon.

Pemain menyedihkan dari tujuh guild tidak tidur, leveling, dungeoning, atau questing, tapi dipaksa mencari membabi buta di area leveling.

Pemain dari pintu masuk dungeon juga tidak lebih baik. Mereka sangat kesepian. Lebih buruk lagi, adalah seratus pemain diluar Congee City. Mereka sudah menunggu untuk waktu yang sangat lama…

Mereka mencari area leveling dan lokasi lain yang memungkinkan, tapi tidak menemukan apapun.

Dan seperti ini, setengah jam berlalu dalam sekejap.

Berita tentang Lord Grim tiba-tiba muncul didepan semua orang.

Pengumuman Sistem: Selamat kepada pemain Lord Grim, Cleansing Mist, Soft Mist, Steamed Bun Invasion, dan One Inch Ash untuk memecahkan rekor Line Canyon, waktu: 29:51:44.

“BANGS*T!” Suara ini menggema diseantero Line Canyon. Tujuh guild telah mencari gila-gilaan diseluruh area, ketika target mereka malah mencetak rekor dungeon. Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 223: BOS Liar Ditemukan”

The King’s Avatar – Chapter 222: Mencari Jejak

Meskipun expert top Tyrannical Ambition belum berpartisipasi dalam mengejar Lord Grim, mereka paham situasi mereka di server sepuluh. Guild Blue Brook seharusnya merasa lebih tertekan untuk menekan Lord Grim daripada Tyrannical Ambition.

Tapi setelah Guild Blue Brook diinjak di Desolate Land, mereka kelihatannya ingin memisahkan diri dari masalah ini.

Apa mereka takut? Atau mereka telah membuat kesepakatan dengan Lord Grim? Atau mereka mempunyai rencana tersembunyi? Tidak ada yang tahu.

Pergerakan mereka saat ini akan memberi keuntungan pada setiap guild di server sepuluh yang berkompetisi mencetak rekor dungeon. Walaupun Guild Blue Brook berada dalam kondisi yang buruk, siapa yang akan merendahkan kekuatan Guild Blue Brook? Segera setelah Lord Grim ditekan, Guild Blue Brook akan melompat kembali sebagai salah satu kandidat terkuat dalam mencetak rekor dungeon, terutama karena mereka tidak mengorbankan siapapun untuk menekan Lord Grim…

Bagaimana guild lain akan membiarkan Guild Blue Brook mengambil keuntungan dari kemenangan-yang-sulit-dicapai begitu saja?

Awalnya, berkompetisi untuk rekor dungeon tergantung para pemain dan berhadapan dengan pemain lain juga tergantung pemain itu sendiri.

Tapi karena kepentingan yang serupa, aturan sederhana seperti itu tidak lagi dianggap. Hasilnya, semua orang membuat aturan tersembunyi yang harus diikuti semuanya. Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 222: Mencari Jejak”

The King’s Avatar – Chapter 221: Kontrol Paksa

Tentu saja Steamed Bun Invasion adalah yang melempar Sand Toss kearas Crowd Lover Jiang You.

Sejak dua pemain tak beruntung dari Blossom Valley dilempar kearah tim Tyrannical Ambition oleh Lord Grim, mereka telah menjadi peluru manusia. Anggota mereka yang tersisa, ketua guild Backlight Bomb, tidak mempunyai penolong dan tidak bisa mengalahkan Steamed Bun Invasion dalam pertarungan jarak dekat.

Setelah Backlight Bomb tewas, Crowd Lover dikirim menggantikannya, membuat Steamed Bun Invasion sangat senang.

Kenyataannya, dalam hal level kemampuan, Jiang You lebih hebat dari Steamed Bun Invasion. Tapi sebelum dia mampu membetulkan posisi kameranya setelah dilemparkan, dia terkena Blind dari Sand Toss.

Elementalist jauh lebih buruk daripada Spitfire dalam pertarungan jarak dekat. Tapi Jiang You sudah berpengalaman dan langsung mengeluarkan Electric Ring. skill ini keluar dengan sangat cepat dan menciptakan cincin listrik disekeliling tubuhnya. Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 221: Kontrol Paksa”

The King’s Avatar – Chapter 220: Screen Cannon

Jiang You satu-satunya di timnya yang belum dihajar Lord Grim. Tepat ketika dia terlihat akan dipukul, dia langsung merapal magic dan Raging Flames membara mencoba menyerang dan bertahan bersamaan.

Tapi serangannya meleset. Apa Lord Grim tidak menerjang maju? Dia kemudian mendengar suara siulan yang semakin keras. Diwaktu Jiang You bereaksi, Crowd Lover sudah berada ditengah awan asap yang besar. Launcher lawan tiba-tiba menembak kearahnya.

Quick Recover!

Jiang You tentu saja tidak ingin terbanting ke tanah karena ledakan, jadi dia berguling kedepan. Ketika dia bangun, dia mendengar seseorang berbisik di telinganya, “Lama tidak bertemu”. Sebuah battle lance berayun keatas dan Crowd Lover dilempar ke udara.

“Clang!” sebuah cahaya dingin berkedip.

Jiang You baru saja dilempar, ketika Lord Grim tiba-tiba menebas Sword Draw dengan cepat. Ini sangat cepat kelihatannya kombo itu dilakukan oleh dua orang. Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 220: Screen Cannon”

The King’s Avatar – Chapter 219: PVP Lebih Mengerikan

Cold Night menerima pesan Jiang You.

Mereka hanya tidak beruntung. Satu tim Tyrannical Ambition mereka telah dibantai dan satu tim lagi bertemu dengan mereka. Dia awalnya berencana untuk menunggu guild lain menderita, tapi malah dia yang menderita lagi. Cold Night sangat ingin berteriak “Kenapa selalu aku!” untuk mengungkapkan perasaannya.

Tapi dia telah menerima koordinat dan tidak membuang waktu lagi. Bagian terpentingnya adalah bergegas menyelamatkan mereka dan mungkin sekalian membunuh Lord Grim. tentu saja, ini sesuatu yang tidak akan dia lakukan sendiri. Dia membutuhkan bantuan semua orang. Cold Night baru saja akan bicara, ketika seseorang berteriak, “Koordinat 2873, 3398!”

Orang itu berteriak, sembari mengetikkan koordinat agar bisa dilihat semua orang. Cold Night menoleh dan melihat bahwa itu adalah seseorang dari Blossom Valley. Koordinatnya mirip dengan yang dikirim Jiang You. Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 219: PVP Lebih Mengerikan”

Live Action Serial TV The King’s Avatar!

Berawal dari Light Novel yang kepopulerannya ‘agak’ terlambat, The King’s Avatar telah menuai sukses juga lewat manga dan anime-nya. Tapi masih belum cukup, Tencent juga bersiap untuk meluncurkan adaptasi serial TV dari franchise yang naik daun ini. Ya, serial TV!

Mungkin ada beberapa dari kalian yang sudah tahu berita ini, tapi jujur gue baru tahu setelah browsing mengikuti perkembangan beberapa novel Tiongkok yang gue ikuti. Usut punya usut, ternyata desas desus Tencent bakal ngeluarin live actionnya udah ada sejak akhir tahun 2017 lalu, dan Mei tahun 2018 ini mereka mengkonfirmasi projek ini sekalian merilis sederet cast bintang ganteng nan cantik buat memerankan tokoh-tokoh di serial The King’s Avatar. Nggak tanggung-tanggung, dari berita resminya, bakal ada 80 episode! Seenggaknya bakal ada detil-detil di novel yang bakal kebawa di serial TV-nya, melihat jumlah episodenya yang banyak. Lanjutkan membaca “Live Action Serial TV The King’s Avatar!”

The King’s Avatar – Chapter 218: Sword Boundary, Crowd Lover!

Sword Ghost melayang keluar dari pedang One Inch Ash, membentuk sebuah garis batas melingkar. Tang Rou ada didalam garis, jadi strength dan intelligence nya meningkat.

Cleansing Mist Su Mucheng juga melangkah masuk.

Qiao Yifan telah memperhitungkan jarak Sword Boundary untuk melingkupi kedua pemain. Kemudian dia maju dua langkah dan menaikkan pedangnya untuk bersiap mengeluarkan Ice Boundary. Ice Boundary ini ditujukan pada musuhnya, jadi ini tidak diletakkan di tempat yang sama dengan Sword Boundary. One Inch Ash bergerak dengan pertimbangan dan mulai merapal skill.

“Ganggu dia!” ketua tim Void Walk dengan segera berteriak dan seorang Striker menerjang. Bang! Bang! Bang! Tiga tembakan terdengar dan Striker itu dipaksa mundur. Cleansing Mist telah menembak untuk melindungi One Inch Ash.

Waktu yang didapat dari ini sudah cukup untuk mengeluarkan Ice Boundary.

“Mundur!” ketua tim Void Walk berteriak lagi.

Melawan formasi Ghostblade, cara terbaik untuk menanganinya adalah dengan mundur keluar dari garis batas skill. Dengan begini, tidak penting boundary apa yang kau keluarkan atau seberapa mengerikan boundary itu, tidak akan berguna.

Tapi mundur tidak sesederhana itu. Segera setelah suaranya keluar, Scarlet Moon Lance Soft Mist menusuk kedepan. Setelah Qiao Yifan selesai merapal Ice Boundary, dia langsung mengirim Ghost Slash kearah dua pemain, yang berguling kesamping. Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 218: Sword Boundary, Crowd Lover!”

Power in the Shadows – Chapter 15: Oh Wow, Sungguh Ide Yang Sangat Hebat (Dengan Nada Monoton)

“Itu saja laporanmu?”

Tanya seorang gadis cantik dengan rambut merah membara. Rambut merah yang menjuntai hingga punggungnya berkilau di tengah cahaya lilin, selagi mata merah pucatnya menyapu laporan investigasi. Figur berwibawa dan cantik miliknya membuat pipi knight yang memberi laporan memerah.

“It- itu saja, Iris-sama. Kami akan melanjutkan investigasi kami.”

Iris mengangguk, kemudian mempersilahkan knight untuk meninggalkan ruangan.

Setelah pintu tertutup, hanya Iris dan seorang lelaki tampan, berambut pirang yang tersisa didalam ruangan.

“Marquis Zenon, terima kasih banyak atas bantuanmu kali ini.”

Insiden ini terjadi di lingkungan sekolah, jadi aku juga bertanggung jawab. Tapi lebih dari itu, aku juga khawatir terhadap kondisi Alexia-sama…”

Zenon menundukkan kepalanya dan menggigit bibirnya frustasi.

“Kau juga mempunyai tugas sebagai Instruktor Swordmen. Aku yakin tidak akan ada yang menyalahkanmu karena hal ini. Sekarang, apa yang harus kita lakukan bukan mencari siapa yang harus disalahkan, tapi menyelamatkan Alexia.”

“Benar…”

“Jadi.”

Iris tiba-tiba menutup folder laporan.

“Seberapa yakin dirimu akan kemungkinan murid ini Sid Kagenou adalah pelakunya?” Lanjutkan membaca “Power in the Shadows – Chapter 15: Oh Wow, Sungguh Ide Yang Sangat Hebat (Dengan Nada Monoton)”

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑