The King’s Avatar – Chapter 66: Pasukan Undead

Ketika HP nya jatuh ke 10%, dia akan masuk ke status Red Blood. Dengan status ini, BOS akan menjadi Enraged. Ini adalah aturan tetap di Glory.

Dibawah pengawasan semua veteran Glory ini, bagaimana mereka bisa mengabaikan sebuah party yang bertarung dengan Blood Gunner hingga mencapai HP 10%?

Namun Blood Gunner belum mencapai 10%, namun dia masuk ke status Enraged.

Sebagai veteran, mereka paham betul apa status Enraged Blood Gunner berarti. Jika mereka yang bertarung, maka mereka akan mempersiapkan diri sebelum dia menjadi Enraged. Namun siapa menyangka Blood Gunner akan menjadi Enraged saat ini.

“Red Blood bukan satu-satunya status untuk membuatnya Enraged!” Bound Boat tiba-tiba berkomentar.

Ekspresi Blue River berubah. Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 66: Pasukan Undead”

Iklan

The King’s Avatar – Chapter 65: Berburu Yagg (5)

“Oh, orang-orang itu ingin menolong!” Brawler ini tiba-tiba berkata. Suaranya terdengar senang.

Ye Xiu mendesah. Orang ini benar-benar tidak paham situasinya! Guild-guild ini tidak disini untuk menolong. Mereka disini untuk kill steal. Mereka belum bergerak sebelumnya karena orang-orang ini bahkan tidak layak mendapat perhatian mereka. Blood Gunner akan dengan mudah mengeliminasi mereka.

“Pergi!” Ye Xiu berteriak.

“Apa?” Brawler ini masih tak bisa memahami komandonya. Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 65: Berburu Yagg (5)”

The King’s Avatar – Chapter 64: Berburu Yagg (4)

Brawler merupakan cabang profesi Fighter dan adalah petarung jalanan yang menggunakan metode licik untuk menang.

Contohnya, Sand Toss melemparkan pasir, mengotori pakaian target dengan cara yang tercela.

Saat ini, mendengar panggilan Ye Xiu, Brawler ini segera melemparkan pasir ke arah Blood Gunner.

Ye Xiu mulai berkeringat. Dia tidak berpikir bahwa pemain ini benar-benar sepenuhnya pemula. Dia segera memberi instruksi, “Sand Toss setiap kali cooldown nya selesai dan lemparkan pasir ke wajahnya.”

ini adalah penggunaan Sand Toss yang benar. Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 64: Berburu Yagg (4)”

The King’s Avatar – Chapter 63: Berburu Yagg (3)

Aggro Blood Gunner tentunya tidak mengarah ke Herb Garden. Faktanya, sampai saat ini, dia belum menerima banyak damage. Setelah menerima tiga pukulan dari Lord Grim: Sky Strike, Falling Flower Palm, dan Fling, aggronya sudah didapatkan Lord Grim. Setelah dia dilempar ke tanah, dia tidak terjatuh. Dia berguling dan sudah berdiri kembali.

Skill ini dinamai Quick Recover. Ini adalah skill pasif yang mirip dengan Swift Run dan Roll. Setelah mempelajarinya, skill ini bisa digunakan. Momen saat pemain jatuh ke tanah, dia dapat segera menggunakan skill ini. Dengan begitu, pemain tidak akan terjatuh dan bisa langsung salto berdiri. Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 63: Berburu Yagg (3)”

The King’s Avatar – Chapter 62: Berburu Yagg (2)

“Bukankah dimanapun sama saja?” Ye Xiu menjawab, terlihat agak sopan.

“Namun sebentar lagi, beberapa hal akan terjadi disini, jadi akan lebih baik menyingkir dari masalah.” Endless Night berkata.

Jantung Blue River mulai berdegup kencang. Kata-kata ini jelas dimaksudkan untuk didengar oleh Guild Blue Brook. Menganalisanya secara singkat, kata-kata ini menunjukkan bahwa Tyrannical Ambition dan Herb Garden telah bekerja sama. Guild Blue Brook akan kesulitan bernegosiasi dengan mereka.

“Oh? Lalu kenapa aku mendengar bahwa disana tidak aman?” anggota Blue Brook Bound Boat membuka mulutnya. Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 62: Berburu Yagg (2)”

The King’s Avatar – Chapter 61: Berburu Yagg (1)

Di Glory, batas jumlah anggota dalam sebuah grup adalah sepuluh. Setiap anggota grup bisa membentuk party mereka sendiri dengan batas sepuluh party dalam satu grup.

Setelah Ye Xiu bergabung dengan party, dia melihat bahwa ada tepat sepuluh orang di dalam party. Dia mengenali sebagian besar dari mereka: Blue River, Bound Boat, Flower Lantern, Thundering Light, Lunar Grace, Returning Cloud. Mereka semua saling mengenal dari kejadian sebelumnya dan semua maju satu per satu menyapa. Dia tidak pernah melihat tiga yang lain sebelumnya: Blowing Cloud, Profesi Spitfire; Endless Flow, Profesi Launcher; dan satu lagi yang bisa kau pastikan orang vulgar hanya dari namanya, Groping Haven, seorang Cleric. (TN: Nama Chinese nya sebenarnya ‘Sacred Light Gropes You’ yang berarti ‘Cahaya Suci Meraba Tubuhmu’) Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 61: Berburu Yagg (1)”

The King’s Avatar – Chapter 60: BOS Liar

Thousand Creation adalah anggota Guild Blue Brook. Bahkan meski Ye Xiu membuat kepala dan wajahnya kotor dengan lumpur, dia bisa dianggap expert yang langka diantara para pemain. Kekuatan individualnya mungkin tidak lebih lemah dari Lima Expert Hebat yang terkenal.

Demi mendapat julukan seperti Lima Expert Hebat, seorang pemain harus memiliki kemampuan yang mengesankan. Kemudian, mereka juga harus mempunyai popularitas tinggi. Setelah banyak suporter, Lima Terhebat dibuat. Namun Thousand Creation? Dia punya sedikit popularitas, namun dia juga mempunyai kekurangan yang sangat fatal: dia suka melakukan kill steal. Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 60: BOS Liar”

The King’s Avatar – Chapter 59: Apa Kau Bermain Dengan Anak Kecil?

Empat monster. Empat arah berbeda. Ditambah dengan skeleton yang memegang machete, Thousand Creation tidak bisa melarikan diri kali ini. Chaser dan apalah itu telah menghilang di kejauhan bersama dengan zombie yang telah dia lemparkan ke tanah. Kameranya berputar dan berputar. Dan di sekelilingnya hanya tulang monster undead ini dan mayat busuk.

Monster undead bergerak agak lesu, jadi mereka bangun dengan lamban. Thousand Creation adalah yang pertama berdiri. Sudut kameranya berputar. Kali ini, Lord Grim tidak pergi. Membawa tombaknya, Lord Grim berlari mendekat dengan langkah lebar.

Terkejut, Thousand Creation tak bisa menahan untuk melompat kebelakang. Setelah melompat, dia merasa sangat menyesal lagi. Kenapa dia bersembunyi? Bukankah dia yang menantang Lord Grim? Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 59: Apa Kau Bermain Dengan Anak Kecil?”

How to Avoid Death on a Daily Basis – Chapter 23: Dan Kemudian Ada Tiga

Menyalakan api unggun menjadi tugas mudah karena kayu bakarnya sudah membara. Kami menumpuknya, menambah beberapa kayu kecil, dan hei presto.

Kami fokus membersihkan kelincinya dan mengorganisir bagaimana memasaknya. Aku merasakan tatapan dendam kearah kami, namun tidak yakin bagaimana harus meresponnya. Tidak ada keraguan di pikiranku bahwa masalah ini belum selesai. Di satu titik kami akan dipaksa membayar atas ledakan kami tadi, namun untuk saat ini aku bermaksud untuk makan malam dan merencanakan kegiatan esok hari.

Cukup pantas disebutkan bahwa selagi keributan kecil kami berlangsung, Kelompok Keren benar-benar tak menghiraukan kami. Maksudku bukan mereka melihat diam-diam, maksudku kurasa mereka bahkan tidak tahu. Apapun yang mereka bicarakan pasti jauh lebih penting dan menarik daripada apa yang kami orang udik lakukan. Lanjutkan membaca “How to Avoid Death on a Daily Basis – Chapter 23: Dan Kemudian Ada Tiga”

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑