How to Avoid Death on a Daily Basis – Chapter 19: Berburu Kita Akan Pergi

Kami meninggalkan gubuk dan berjalan ke timur. Semua orang takjub aku tahu kemana kami harus pergi, namun aku memberitahu mereka bagaimana aku mendapat arahnya, menurunkan harapan mereka.

Aku bisa saja membiarkan mereka percaya aku punya kemampuan alami untuk mengetahui kemana aku harus pergi, namun kemudian mereka akan mulai bergantung padaku untuk memberitahu apa yang mereka harus lakukan. Beberapa orang menyukai hal-hal seperti itu – menjadi panutan, ditanya bagaimana pendapat mereka, dikagumi. Cara terbaik membuat dirimu terlihat seperti orang idiot, menurut pengalamanku. Lanjutkan membaca “How to Avoid Death on a Daily Basis – Chapter 19: Berburu Kita Akan Pergi”

Iklan

The King’s Avatar – Chapter 33: Dia Disini Tidak Untuk Membuat Dirinya Terlihat Bodoh, Kan?

Setelah membunuh Midnight Phantom Cat dengan cepat, Ye Xiu mendapat tiga Midnight Cat Fingernail. Ditambah dengan enam di tasnya, dia sekarang memiliki sembilan. Dia telah mendapat apa yang dia inginkan, jadi dia merasa sangat puas. Selain itu, Ye Xiu juga mengumpulkan empat Midnight Cat Claw. Dia tidak membutuhkan material ini, namun ada orang lain yang butuh. Setelah menolong mereka memecahkan rekor clear, dia percaya bahwa mereka tidak akan menolak memberikan item yang telah dia tawar.

Ye Xiu memikirkan ini dan membiarkan Lord Grim keluar dari dungeon. Dia langsung berpindah ke akun Chasing Haze untuk log out. Dia istirahat sepuluh menit untuk pulih dari status Kritis. Kemudian, dia kembali ke desa awal dan mempelajari beberapa skill menggunakan semua 1255 poin skill nya. Biasanya, pemain hanya punya 1250 poin skill ketika mereka mencapai lecel 20. Namun Lord Grim telah mendapat buku skill yang memberinya lima poin, jadi dia punya poin lebih.

Setelah mempelajari skill baru, dia segera meninggalkan desa awal dan resmi masuk ke daratan utama Glory.

Dimulai dari sini, sistem tidak akan membagi kerumunan. Area di sekeliling Frost Forest dipenuhi pemain. Banyak dungeon di Glory tidak punya satu pintu masuk. Sebagai contoh, di Frost Forest, seluruh hutan adalah dungeon. Dia bisa dimasuki dari segala arah.

“Di sebelah mana kalian? Aku sudah tiba di area Frost Forest.” Area di luar Frost Forest ramai oleh kesibukan. Setelah meninggalkan desa awal, toko pribadi perlahan berkembang. Area di luar Frost Forest menjadi pasar pertama. Banyak orang mendirikan toko disini dan mulai berbisnis. Selagi Ye Xiu berjalan, dia melihat dua toko secara acak. Harganya sangat kacau. Pemain tak berpengalaman takut menjual murah dan merugi, jadi mereka semua memasang harga tinggi. Pemain berpengalaman tidak akan menjual material uncommon. Mereka hanya akan menjual equipment level 20 kebawah.

Namun equipment ini hanya akan dilihat oleh pemain baru yang hanya menyelesaikan misi untuk naik level. Bagaimanapun, kebanyakan misi hanya menghadiahkan equipment Hijau, yang satu tingkat lebih rendah dari equipment Biru. Pemain seperti Lord Grim, yang menyelesaikan dungeon setiap hari, mereka telah mempunyai satu set equipment Biru.

Setelah melirik beberapa toko dan tidak menemukan apapun, Blue River telah menjawab pesan Ye Xiu memberi tahu koordinatnya. Ye Xiu bergegas kesana. Tak lama kemudian, tim Blue River melihat nama Lord Grim dan mereka berempat menahan nafas. Expert pertama yang menarik minat mereka di server sepuluh terlalu bergaya. Dia memakai equipment yang tidak cocok dengan berbagai style. Apa-apaan ini?

Keempat orang ini memandang takjub ketika mereka mengenali equipment Lord Grim. Glory tidak punya fungsi identifikasi atau mengecek profil pemain. Itu semua bergantung pada mata pemain untuk mengidentifikasi equipment dengan melihat model dan detailnya. Di tubuh Lord Grim ada lima macam armor yang berbeda: cloth, leather, light, heavy, dan plate armor.

Style tipe ini sering terlihat di desa awal, namun mengenakannya di daratan utama Glory sangatlah aneh karena mereka yang meninggalkan desa awal semua level 20 dan telah berganti profesi. Setelah berganti profesi, bukannya equipment tidak bisa dipakai secara acak, namun setiap profesi mempunyai equipment yang cocok untuk masing-masing. Hasilnya, pemain normal akan memilih tipe equipment sesuai profesi mereka. Kadang, mereka akan mengenakan beberapa jenis equipment yang berbeda karena kondisi tertentu. Namun pemain seperti Lord Grim, yang di tubuhnya terpakai equipment dari kelima tipe, tentu tidak pernah ada.

Mereka berempat duduk disana ternganga. Ye Xiu telah membawa Lord Grim ke samping mereka dan mengatakan “Halo halo” untuk mengecek mikrophonenya.

“Aku bisa mendengarmu.” kata Blue River.

“Hai semua.” Ye Xiu menyapa.

“Hai…”

“Aku akan memperkenalkan mereka. Bound Boat, Flower Lantern, Thundering Light, semua adalah expert dari Guild Blue Brook.” Blue River memperkenalkan tiga anggota partynya.

“Hai semua, hai semua. Bisakah kalian menunggu sebentar lagi? Maaf soal ini.” Ye Xiu mengatakan ini dan karakternya berhenti bergerak. Mengambil keuntungan bahwa Lord Grim masih belum bergabung dengan party, mereka mulai mengetik dengan gila mencemoohnya di channel party.

“Kau tidak menemukan orang yang salah kan?” Flower Lantern bertanya.

“Tidak mungkin!”

“Dia belum berganti profesi?” tanya Thundering Light.

“Dia bilang segera…”

“Kalau dia seperti ini, bisakah dia membantu kita memecahkan rekor?” Flower Lantern ragu.

“Kalau tidak bisa ya tidak bisa. Tujuan utamanya adalah untuk mencari tahu latar belakang orang ini.” kata Blue River.

“Yang lain kita tidak tahu, tapi aku tahu latar belakang ID-nya.” Thundering Light berkata.

“Apa?”

“Lord Grim berarti bahwa dia tidak ingin pemain lain tertawa. Dia disini untuk membuat dirinya terlihat bodoh, kan?”

“Semua, jangan menilai orang dari penampilannya. Pemain ini masih belum berganti profesi, jadi memakai equipment seperti ini masih normal.” Blue River tidak tahu akan berkata apa, jadi dia mencari alasan untuk meyakinkannya sendiri. Terkait campur aduk equipment Lord Grim, bahkan dia pun tidak paham. Selama bertahun-tahun di daratan utama Glory, dia belum pernah melihat pemain berpakaian sangat polos dan bebas seperti dia.

“Pemain ini tidak berganti profesi. Apa dia ingin bermain sebagai karakter tanpa profesi?” Bound Boat, yang belum mengeluarkan sepatah katapun selama ini, tiba-tiba mulai berbicara. Dia adalah pemain yang cukup tua dan tahu bahwa ada satu masa dimana pemain tanpa profesi sangat populer.

“Pemain tanpa profesi? Itu masa lalu! Bukankah itu karena misi kebangkitan level 50 masih belum ada, jadi mereka bisa lanjut naik level?” Flower Lantern tidak setua Bound Boat, namun dia juga punya pengalaman dan tahu tentang masa itu.

Saat itu, pada pembukaan server ketiga Glory, Glory meningkatkan batas level untuk pertama kali. Batas awal level 50 ditingkatkan menjadi 55.

Dan untuk pemain bisa naik level melewati level 50, mereka harus menyelesaikan misi Kebangkitan Profesi. Karakter tanpa profesi tentu tidak punya misi Kebangkitan, jadi level mereka tetap tinggal di angka 50. 5 level hanyalah perbedaan kecil terkait equipment dan skill, tapi itu hanya di awal. Selagi batas level terus naik, jarak antara pemain tanpa profesi dan pemain berprofesi akan terus menjauh. Semua orang paham bahwa tetap menjadi pemain tanpa profesi tidak ada artinya.

“Mungkinkah dia ingin bermain hingga level 50 sebelum berganti profesi?” Flower Lanter menyatakan kecurigaannya.

“Lalu bukankah dia akan kekurangan poin atribut jika bermain seperti itu?” Thundering Light tidak yakin. Setiap profesi mempunyai pertumbuhan atribut yang berbeda. Perbedaan atribut antara Blade Master level 50 dan Elementalist level 50 tanpa equipment sekilas sangat jelas terlihat. Karakter tanpa profesi akan tumbuh berbeda dari profesi lain. Ketika mereka mencapai level 50 dan berganti profesi, akankah atribut yang hilang dari level 20-50 akan didapatkan?

“Siapa tahu… apakah masih ada orang yang mempedulikan masalah ini?” tanya Flower Lantern.

Semua terdiam. Mereka semua expert, expert elit, namun mereka tidak pernah memperhatikan masalah ini. Mereka tidak merasa perlu, siapa yang tidak akan berganti profesi di level 20? Mereka tidak pernah melihat orang tipe ini selama bertahun-tahun.

“Kenapa kita hanya menebak-nebak? Mari kita tanyakan langsung padanya.” Flower Lantern langsung berjalan menuju Lord Grim dan berkata, “Kakak, jika kau tidak akan berganti profesi, maka apakah kau berencana bermain dengan karakter tanpa profesi?”

Tidak ada jawaban.

“Kakak, kau disana?” Flower Lantern berteriak.

“Dia bilang tunggu, baru saja. Dia mungkin sudah pergi.” kata Blue River.

“Kalau dia karakter tanpa profesi, maka dia membawa senjata dari setiap profesi?” Thundering Light dengan penasaran mengelilingi Lord Grim dua kali. Saat ini, kedua tangan Lord Grim kosong, tidak membawa senjata. Ini karena Thousand Chance Umbrella telah diambil Ye Xiu dan diletakkan di editor equipment. Senjata ini tak lagi menampilkan bentuk aslinya. Malah, dia menampilkan cetak biru, yang mana telah diletakkan di editor. Thousand Chance Umbrella sangatlah rumit, menunjukkan beberapa halaman desain di layar.

Saat ini, Ye Xiu berhati-hati mengambil Midnight Phantom Fingernail dan membawanya ke ujung runcing di tulang payung pada cetak biru Thousand Chance Umbrella.

< Chapter 32

Chapter 34 >

The King’s Avatar – Chapter 32: Tawar-Menawar

Frost Forest bukanlah bagian dari dungeon pelatihan desa awal. Semua orang hanya bisa memasukinya paling banyak empat kali sehari. Sulit mengatakan apakah mereka bisa bertemu BOS tersembunyi dalam empat kali percobaan itu. Lagipula, ada 2/3 kemungkinan bahwa BOS tersembunyi bukanlah White Wolf.

Jika Ye Xiu hanya menginginkan 8 White Wolf Sharp Fang, maka Blue River tidak akan ragu memberikannya. Namun untuk 72 Strong Spider Silk dan 8 White Wolf Sharp Fang, Blue River merasa bahwa orang ini terlalu serakah dan pantas disebut pemula tak tahu malu yang membunuh partynya untuk BOS tersembunyi. Tak peduli seberapa hebat kemampuan orang ini, kepribadiannya tidaklah bagus. Apakah orang seperti ini cocok ditarik masuk ke dalam guild mereka?

Blue River sudah mulai ragu, namun Ye Xiu membalas tidak terlalu cepat ataupun lambat. “Terlalu banyak? Maka aku tidak butuh Mithril Pendant, bagaimana?” Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 32: Tawar-Menawar”

The King’s Avatar – Chapter 31: Ini Sebuah Talenta

“Hai, biarkan aku memperkenalkan diri. Aku Blue River dari Guild Blue Brook, akun utamaku adalah Blue Bridge Spring Snow.” Segera setelah menerima permintaan pertemanan, pemain itu mengirim pesan. Dia tidak mengirim omong kosong seperti “kau disana?” dan langsung memperkenalkan diri. Ye Xiu tahu bahwa orang ini sangat percaya diri.

“Hai.” Ye Xiu menjawab dengan singkat. Bagaimanapun, dia telah menjadi bagian dari komunitas Glory selama sepuluh tahun. Dia mengenal nama salah satu dari Tiga Guild Besar, Guild Blue Brook. Sedangkan untuk Blue Bridge Spring Snow, Ye Xiu tidak benar-benar tahu tentang pemain ini. Kalau tentang Huang Shaotian dan Malaikat Pedang Troubling Rain miliknya, makan Ye Xiu tahu lebih banyak.

Blue River tentu tidak tahu dia sedang berhadapan dengan expert yang jauh lebih hebat darinya. Bagaimanapun, Blue Bridge Spring Snow miliknya telah banyak mengintimidasi pemain lain di komunitas Glory. Blue River sangat yakin bahwa orang ini pasti tahu siapa dirinya. Karenanya, dia maju satu langkah dan berkata, “Apa yang sedang kau lakukan kakak?”

Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 31: Ini Sebuah Talenta”

The King’s Avatar – Chapter 30: Dua BOS Tersembunyi

Immersed Jade tak diragukan lagi adalah noob yang imut. Dimulai dari ketika dia masuk dungeon pertama kali, dia terus diam, berhati-hati mendengarkan arahan, dan sepenuh hati melaksanakannya. Walaupun dia masih membuat kesalahan pemula, dia selalu meminta maaf. Hasilnya, semua orang merasa tidak enak membicarakan kesalahannya. Ketika Immersed Jade membuat kesalahan, Seven Fields dan yang lain lebih gugup dari dia. Mereka takut kakak expert akan menjadi tidak sabar karena hal ini! Banyak expert tidak punya banyak kesabaran terhadap pemula tak berpengalaman seperti ini.

Namun setelah menyelesaikan lebih dari separuh area dungeon, Seven Fields dan yang lain akhirnya lega. Walaupun kemampuan kakak expert sangat tinggi, dia bukanlah expert yang arogan. Terhadap pemula, dia malah lebih sabar dibanding Seven Fields dan yang lain. Terkait arahan yang tidak dipahami Immersed Jade, kakak expert malah bersedia menjelaskan padanya istilah-istilah spesial yang ada.

Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 30: Dua BOS Tersembunyi”

The King’s Avatar – Chapter 29: Tim Clear Pertama

“Kenapa?” Chen Guo balas bertanya.

“Kalau kau mau bermain semalaman, maka kau disini saja, aku mau ke area merokok.” kata Ye Xiu.

“Kalau kau pergi ke area merokok lalu yang jaga kau atau aku?” Chen Guo bertanya dengan nada marah.

“Oh, lalu apa kau mau bertukar tempat? Bukankah kau tidak suka bau rokok?” tanya Ye Xiu.

Pipi Chen Guo penuh air mata. Walaupun dia paham bahwa Ye Xiu hanya ingin memperhatikannya, namun kenapa dia merasa seperti diabaikan? Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 29: Tim Clear Pertama”

The King’s Avatar – Chapter 28: Level Profesional

Seven Fields dan yang lain menahan nafas takut mengganggu pertarungan Lord Grim. Di saat yang sama, ketiganya juga waspada, siap mendengar perintah untuk menyerang. Tanpa mereka duga, mereka hanya menunggu untuk melihat Lord Grim dan Skeleton Warrior bertarung penuh bahaya. Namun tidak ada panggilan minta tolong. Seven Fields dan yang lain, satu di kiri, satu di kanan, dan satu lagi di belakang Skeleton Warrior, semua segera berhenti setiap kali Skeleton Warrior mengeluarkan serangan shock wave.

“Dia tidak berencana men-solo nya kan?” Sunset Clouds mengirim pesan ke Seven Fields.

“Sejujurnya, aku juga ragu.” kata Seven Fields.

“Men-solo BOS tersembunyi?” kata-kata yang diketik Sunset Clouds ini membuat mereka ngeri. Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 28: Level Profesional”

The King’s Avatar – Chapter 27: Panduan Bilang 24 Kali

“Aku lupa.” Ye Xiu menjawab simpel, yang membuat Chen Guo kesulitan membalasnya. Dia sedang berbaris untuk kill steal. Tidak ada bahaya sama sekali, jadi dia segera memperkecil jendela game dan mencari panduan Skeleton Graveyard. Dia bertanya, “BOS apa?”

“Skeleton Warrior. Carilah bagaimana cara membuatnya menjatuhkan Saber dengan persentase 100%.” jawab Ye Xiu.

“Saber? Persentase 100%?” Chen Guo tidak pernah masuk ke dungeon level rendah seperti ini dalam lima tahun terakhir. Dia tahu apa Saber yang dimaksud karena dia kadang membawa yang lain untuk mencari item ini dari waktu ke waktu. Tapi dia tidak tahu panduan apapun yang berisi informasi ini. Bagaimanapun, ingatannya semua adalah darinya menyelesaikan dungeon dengan akun utamanya, kenapa dia harus melihat panduan? Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 27: Panduan Bilang 24 Kali”

The King’s Avatar – Chapter 26: Lupa Melihat Panduan

Tentu saja, Chen Guo tidak benar-benar membunuh Ye Xiu dan tidak bisa masuk ke Green Forest level 5 sebagai karakter level 1. akhirnya, Chen Guo hanya bisa memulai misi awal sendirian. Bagaimanapun juga, ini masih lebih cepat dari hanya membunuh monster.

Dalam permainannya yang sibuk, Ye Xiu meluangkan waktu untuk menoleh dan melirik karakter di layar Chen Guo, “Chasing Haze? Dimana aku pernah melihat karakter ini sebelumnya?”

Chen Guo hampir menghantam monitor dengan kepalanya. Menahan amarahnya, dia memutar kepala, “Ini ID akun utamaku!”

“Oh, jadi itu!” Kepala Ye Xiu sudah kembali ke layarnya. Chen Guo tiba-tiba sadar, Selain waktu aku berjalan dengan masker tadi, aku belum melihat wajah orang ini lagi. Ini hanya Skeleton Graveyard. Apa dia harus berkonsentrasi sekeras itu? Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 26: Lupa Melihat Panduan”

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑