The King’s Avatar – Chapter 3: Tugas Spesial – Shift Malam

Menang?

Chen Guo sejenak tercengang. Kata yang berkedip di layar monitor, Glory, adalah simbol kemenangan Arena yang berarti “K.O”.

Hanya, dia baru pergi selama berapa lama? 40 detik? 50 detik? Chen Guo mengangkat pergelangan tangannya dan menunduk melihat jam tangannya. Jelas belum ada satu menit penuh. Tapi hasilnya? Musuh yang tak bisa kukalahkan dalam 52 pertandingan berturu-turut bisa kalah dalam waktu kurang dari satu menit? Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 3: Tugas Spesial – Shift Malam”

Iklan

Ghost Blows Out The Light – Chapter 1: Boneka Seputih Kertas (Part 2)

Hu Guohua berdiri bengong disana. Hatinya kacau dan tak tahu apakah harus merasa senang atau takut. Waktu berjalan dengan cepat. Dalam sekejapan mata, malam pun datang. Boneka kertas memasak makanan satu meja penuh. Pamannya sangat bahagia mulutnya tak pernah menutup, namun Hu Guohua tidak mood untuk makan. Dia melihat kearah gadis disebelahnya dan merasa sakit seakan dia baru saja makan lalat. Wajahnya benar-benar putih tanpa ada bekas warna lain. Satu-satunya warna yang ada di wajahnya hanya berasal dari make up. Lanjutkan membaca “Ghost Blows Out The Light – Chapter 1: Boneka Seputih Kertas (Part 2)”

The King’s Avatar – Chapter 2: Area 3 Nomor 47

“Cuih, dia pikir dia siapa!”

“Membiarkan dia mundur juga demi dirinya sendiri. Apalagi yang bisa dia lakukan?”

“Benar benar. Sebijak apapun dia, dia tidak akan berpikir untuk menyalahkan klub yang membuatnya mundur.”

Ye Qiu dan Su Mucheng pergi. Orang-orang di dalam ruang konferensi mulai mengejeknya lagi. Namun ekspresi Sun Xiang campur aduk. Dia tidak ikut dalam cemoohan disekitarnya dan mendekati manajer: “Aku tidak paham. Bagaimana bisa dia menerima syarat itu?” Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 2: Area 3 Nomor 47”

Ghost Blows Out the Light – Chapter 1: Boneka Seputih Kertas (Part 1)

Kakekku bernama Hu Guohua. Kakek moyangnya merupakan pemilik tanah yang terkenal di lingkungan sekitar. Selama masa-masa kaya dan subur itu, mereka membeli tiga jalan kecil di kota yang menghubungkan empat puluh rumah. Mereka juga terlibat dalam politik dan perdagangan, mendonasikan perbekalan makanan ke balai kota dan membantu dengan transportasi.

Namun sebagaimana kata pepatah: “Kekayaan tak kan bisa bertahan tiga generasi.” Pepatah ini sangat masuk akal. Bahkan jika sebuah keluarga memiliki gunungan emas dan perak, itu masih belum seberapa dibanding dengan pemborosan oleh keturunan mereka. Lanjutkan membaca “Ghost Blows Out the Light – Chapter 1: Boneka Seputih Kertas (Part 1)”

Ghost Blows Out the Light – Prolog

Menjarah kubur bukanlah tamasya. Bukan mendeklamasikan puisi, apalagi melukis. Dia tidak seelegan, sesenggang atau sesopan itu. Menjarah kubur adalah sebuah skill, kemampuan yang membutuhkan penghancuran. Ketika bangsawan jaman dulu membangun kuburan mereka, mereka jelas berpikir tentang berbagai cara untuk menggagalkan pencurian. Mereka menggunakan apapun yang dapat mereka pikirkan dan memasang segala macam jebakan dan senjata tersembunyi, seperti batu-batu besar, jebakan pasir hisap, panah beracun, serangga berbisa, lubang perangkap, dll. Terlalu banyak untuk dihitung. Lanjutkan membaca “Ghost Blows Out the Light – Prolog”

The King’s Avatar – Chapter 1: Dewa Tempur yang Tersingkir

Klik klik… tap tap…

Sepasang tangan yang gesit menari diatas keyboard dan mouse. Ritme suara ketukan yang dihasilkan bagaikan simfoni hidup. Layar monitor mengedipkan cahaya terang dan sang musuh jatuh ke tanah berlumur darah.

“Ha ha,” Ye Qiu tertawa sembari mengangkat tangan untuk mengambil rokok yang dia tahan di sudut mulutnya. Asap putih keabu-abuan telah terbentuk menjadi gumpalan panjang, namun Ye Qiu tetap lanjut dengan pekerjaannya, menggenggam mouse dan menerjang keyboardnya, tidak sedikitpun ragu. Rokok yang dihisapnya segera dia matikan di asbak eksentrik dekat mejanya. Tangan Ye Qiu kembali melayang kearah keyboard. Tepat ketika dia hendak mengatakan beberapa patah kata untuk musuhnya, pintu kamarnya tiba-tiba didorong dengan suara ‘bang’ yang cukup keras. Lanjutkan membaca “The King’s Avatar – Chapter 1: Dewa Tempur yang Tersingkir”

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑